Selasa, 04 Agustus 2015

Bijak Menyikapi Pasangan

aagym -bijak menyikapi pasangan

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tiada apapun yang bisa menandingi kekuasaan-Nya, tiada apapun yang bisa menyaingi keagungan-Nya. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Mengetahui segala kebutuhan makhluk-Nya dan hanya Dia yang kuasa mencukupi seluruhnya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Alloh Swt. berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum [30] : 21)
Saudaraku, stress biasanya terjadi karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Banyak orang yang jadi tidak nyaman, bahkan tertekan disebabkan adanya ketidaksesuaian antara harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang ada. Repotnya, harapannya kadang terlalu ideal, sedangkan kenyataan yang ada jauh dari harapan.
Ditambah lagi menyikapi kenyataan dengan negatif secara berlebihan sehingga stressnya tinggi melampaui kenyataan yang terjadi. Kenyataan yang ada di dalam perasaan, lebih buruk daripada kenyataan yang ada. Inilah yang sering terjadi, penyikapan yang tidak proporsional, khususnya dalam hubungan di antara suami dan istri. Suami kecewa terhadap istrinya, atau sebaliknya.
Padahal kebahagiaan tidaklah datang karena kelebihan-kelebihan pasangan kita. Demikian juga kesedihan, tidaklah muncul akibat kekurangan-kekurangan pasangan kita. Sedih dan bahagia itu lebih karena terampil atau tidaknya kita menyikapi kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Sakinah, bahagia akan muncul manakala tepat menyikapi kelebihan dan kekurangan pasangan kita.
Melihat kelebihannya kita bersyukur dan tidak sombong. Melihat kekurangannya kita memposisikan diri sebagai pendamping dan penuntunnya. Karena pasangan kita adalah amanah dari Alloh Swt. Hindari sikap ‘menuntut’ terhadap pasangan kita, namun bersikaplah ‘menuntun’ pasangan kita.
Sikap yang juga perlu kita biasakan terhadap pasangan kita adalah berterimakasih. Berterimakasih kepada manusia adalah salah satu cara kita bersyukur kepada Alloh Swt. Pasangan kita adalah karunia yang teramat besar dari Alloh Swt. Perhatikan pasangan kita, ia telah menyiapkan dirinya untuk menjadi pendamping kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Membantu kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Menikah adalah gerbang awal yang akan mengantarkan kita pada pengetahuan tentang siapa pasangan kita seutuhnya. Akan lebih banyak kelebihan yang nampak, demikian juga akan lebih banyak kekurangan yang terlihat. Fokus kita adalah pada kelebihannya tanpa perlu melebih-lebihkan. Sedangkan kekurangannya adalah ladang amal bagi kita untuk memperbaikinya.
Membangun keluarga yang sakinah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bersikaplah ridho atas kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Kemudian lanjutkan dengan memaksimalkan ikhtiar untuk mensyukuri kelebihan dan memperbaiki kekurangan. Semoga kita bersama pasangan kita tergolong pasangan-pasangan yang ada dalam ridho Alloh Swt., meraih sakinah di dunia dan di akhirat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
   
 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif
KLIK BERIKUT INI:



Rabu, 24 Juni 2015

Wasiat #1 – Mencintai Orang Miskin

Wasiat #1 – Mencintai Orang Miskin



Di dalam Al Quran Allah Swt. berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin” (QS. Al Maa’uun [107] : 1-3).
Tentang penjelasan ayat-ayat ini, Sayyid Quthb menegaskan: “Bila keimanan seseorang benar-benar meresap kuat dalam dada, ia tidak akan menghardik anak yatim, dan tidak akan membiarkan orang-orang miskin kelaparan. Masalah keimanan bukanlah hanya semboyan dan ucapan, melainkan perubahan dalam hati yang melahirkan kebaikan dalam hidup bersama dengan manusia yang lain, terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan. Allah tidak ingin keimanan hamba-Nya hanya kalimat yang diucapkan, melainkan harus diterjemahkan dalam perbuatan nyata. Bila tidak, keimanan itu menjadi sekedar buih yang tidak bermakna dan tidak berpengaruh apa-apa.” (Fi dzilalil Qur’an, vol.6, hal. 3985).
cintai orang miskin
Wasiat yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tujukan kepada Abu Dzar ini hakikatnya adalah wasiat untuk umat Islam secara umum. Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berwasiat kepada Abu Dzar agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Kita sebagai umat Islam hendaknya menyadari bahwa nasihat beliau ini tertuju kepada kita semua.
Orang-orang miskin yang dimaksud adalah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan, tidak punya kepandaian untuk mencukupi kebutuhannya, dan mereka tidak mau meminta-minta kepada manusia. Pengertian ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. ,
“Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Beliau menjawab,”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.”
Islam menganjurkan umatnya berlaku tawadhu` terhadap orang-orang miskin, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta bersabar bersama mereka.
Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkumpul bersama orang-orang miskin, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan beliau Rasulullah shallallahu alaihi wasallam., tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang-orang miskin itu, lalu mereka menyuruh beliau agar mengusir orang-orang fakir dan miskin yang berada bersama beliau. Maka, masuklah dalam hati beliau keinginan untuk mengusir mereka, dan ini terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala. Lalu turunlah ayat:
“Janganlah engkau mengusir orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan wajah-Nya”. (QS. Al – An’âm [6] : 52).
Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka, bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa yang ada pada kita, kita bagi dan kita berikan kepada mereka karena kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam setiap urusan, dihilangkan kesusahan pada hari Kiamat, dan memperoleh ganjaran yang besar.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  bersabda, “Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat.”(HR. Muslim)
Dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah RA., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus”. [HR. Bukhari dan Muslim].
Semasa hidupnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu berkumpul berdampingan dengan orang-orang miskin. Bahkan beliau memohon kepada Allah agar dihidupkan dalam keadaan tawadhu’, yang beliau ucapkan dengan kata “miskin”. Sebagaimana hadits sabda beliau,
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin”. [HR. Ibnu Majah].
Ini adalah doa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar Allah Ta’ala memberinya sifat tawadhu` dan kerendahan hati, serta agar beliau tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi zhalim apalagi menjadi termasuk kalangan orang-orang kaya yang melampaui batas. Hadits ini tidaklah bermakna bahwa beliau meminta untuk dijadikan manusia yang miskin. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Atsir RA., bahwa kata “miskin” dalam hadits di atas bermakna tawadhu[1]. Hal ini diperkuat dengan hadits lain di mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari kefakiran.
Permohonan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ini bukanlah tanpa alasan. Sesungguhnya beliau telah mengetahui bahwa terdapat perbedaan jarak waktu antara orang-orang miskin dan orang-orang kaya dari kalangan kaum muslimin ketika memasuki surga. Dimana orang-orang miskin akan setengah hari lebih cepat memasuki surga dibandingkan orang-orang kaya. Kadar waktu setengah hari ini adalah lima ratus tahun. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun”. [HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Mengapa bisa seperti ini, dan orang-orang miskin seperti apakah yang akan masuk surga dengan lebih cepat itu? Hal ini terjadi karena orang-orang kaya akan terlebih dahulu menghadapi perhitungan dan pertanggungjawaban tentang bagaimanakah harta kekayaan mereka itu dipergunakan, dimanakah harta kekayaan mereka itu dibelanjakan. Apakah mereka mempergunakannya untuk beribadah kepada Allah Swt., ataukah untuk bermaksiat terhadap-Nya.
Adapun orang–orang miskin yang dimaksud dalam hadits di atas adalah mereka yang senantiasa berupaya dengan segenap kemampuan untuk melakukan amal perbuatan yang merupakan bentuk ketaatan mereka kepada Allah Swt.. Mereka adalah orang-orang miskin yang meskipun dengan keadaan mereka yang serba kekurangan, akan tetapi kekurangan mereka itu tidak menghalangi mereka untuk tetap berpegang kepada Sunnah dan menghindari perbuatan-perbuatan bid’ah. Keterbatasan mereka tidak lantas membuat mereka terjerumus kepada perbuatan munkar. Mereka tetap berkomitmen menunaikan perbuatan ma’ruf.
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta kepada Allah Swt. agar beliau dijadikan orang yang mencintai orang-orang miskin. Beliau bersabda,
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu”. [HR. Ahmad].
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  juga menginformaskan kepada kita semua bahwasanya Allah Swt. akan melimpahkan rezeki-Nya kepada kita apabila kita memberikan pertolongan kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Rasulullah Saw. bersabda,
“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian”.[HR. Bukhari]
Bahkan dalam sabdanya yang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberitahukan bahwa betapa besar peran yang diberikan oleh orang-orang yang hidup dalam keterbatasan, terhadap umat ini. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka”.[HR. An Nasai]
Sepanjang usianya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tak pernah luput untuk berempati kepada kaum miskin. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam teramat mencintai mereka. Maka tak heran apabila beliau senantiasa berwasiat kepada sahabat-sahabatnya untuk senantiasa mencintai mereka yang kekurangan secara ekonomi. Wasiat Rasulullah Saw. itu sebagaimana yang beliau sampaikan kepada Abu Dzar RA., salah seorang sahabatnya.
Besarnya perhatian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada kaum papa ini menginspirasi Ibn Majah untuk mebuat bab khusus yang membahas keutamaan orang-orang miskin, yaitu bab Fadlul Faqr(keutamaan kefakiran), bab Manzilatul Fuqara’ (derajat orang-orang miskin), dan bab Mujalasatul Fuqara(bergaul dengan orang-orang miskin) di dalam kitab karyanya.
Dalam suatu riwayat dari Ibnu ‘Umar disebutkan bahwa pada suatu ketika sahabat-sahabat Rasulullah Saw. yang miskin dari kalangan kaum muhajirin menceritakan betapa beruntungnya sahabat-sahabat mereka yang kaya, di mana mereka memiliki kesempatan yang lebih lapang untuk melakukan kebajikan sehingga bisa memperoleh pahala lebih banyak dibandingkan mereka.
Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. langsung bersabda: “Wahai orang-orang yang miskin, aku akan memberikan kabar gembira kepada kalian, bahwa orang mukmin yang miskin akan masuk surga lebih dahulu dari pada orang mukmin yang kaya, dengan tenggang waktu setengah hari, itu sama dengan lima ratus tahun. Bukankah Allah berfirman: Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj [22] : 47).
Lantas, bagaimanakah dengan kehidupan Rasulullah Saw. sendiri. Apakah beliau termasuk orang-orang yang hidup di dalam kemiskinan ataukah bergelimang harta kekayaan? Rasulullah Saw. hidup di dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Bahkan, isteri beliau yaitu ‘Aisyah RA. pernah menceritakan bahwa di rumah mereka pernah tidak mengepul asap (tidak memasak) selama satu bulan lamanya. ‘Aisyah RA. menceritakan bahwa ketika itu ia dan sang suami tercinta hanya meminum air dan makan beberapa butir kurma.
Ada salah satu doa Rasulullah Saw. yang berbunyi, “Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah dengan orang-orang miskin.” [HR. Ibnu Majah]. Maksud dari “miskin” dalam hadits ini bukanlah keadaan tidak memiliki apa-apa, melarat, sengsara atau maksud lainnya yang dipahami sebagian orang terhadap kata “miskin”. Miskin dalam hadits ini seperti yang dijelaskan Imam Baihaqi bahwa maksudnya adalah khusyu’ dan tawadlu.
Jadi, dalam hadits tersebut di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta kepada Allah Swt. supaya beliau dijadikan sebagai orang yang senantiasa hidup di dalam keadaan yang menjadikan diri beliau sebagai orang yang khusyu dan tawadlu.
Kepada sahabat-sahabatnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu menceritakan bahwa diri dan keluarganya tidak pernah mempunyai harta yang jumlahnya mencapai satu Sha’ (3751 gram) biji-bijian atau kurma. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau hanya mempunyai harta sebanyak satu Mud (938 gram) makanan[2].
Mencintai orang-orang miskin adalah bukti dari keimanan kita kepada Sang Khaliq. Apabila ajaran mulia dari Rasulullah Saw. ini sudah benar-benar dipahami dan diamalkan oleh kita semua, tentulah kita tidak akan menyaksikan bayi yang ditahan rumah sakit hanya karena orang tuanya tidak bisa menebus biaya persalinan. Tentulah juga kita tidak akan menyaksikan orang-orang miskin yang akhirnya meregang nyawa karena ditolak berobat oleh rumah sakit sebab kendala biaya.
Mari kita perhatikan, ternyata fenomena-fenomena sosial tersebut hampir setiap hari kita temukan baik di hadapan mata kita secara langsung, maupun informasi memalui media-media. Semoga kita termasuk umat Rasulullah Saw. yang senantiasa meneladani beliau dalam mencintai orang-orang miskin dan kaum lemah.
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif

KLIK VIDEO BERIKUT INI


Kamis, 09 April 2015

MENJEMPUT RIZKI


Sahabat-sahabatku, mudah-mudahan kita tidak ragu sedikit pun terhadap rizki yang sudah Allah janjikan untuk kita.
Karena kita diciptakan sudah lengkap dengan rizkinya, dan tidak pernah meleset.
Apa yang ditetapkan Allah untuk kita, pasti akan berjumpa.
Dan apapun yang tidak ditetapkan Allah untuk kita, pasti tidak akan pernah bertemu.
menjemput rizki

Kita diciptakan oleh allah ketika dirahim umur 4 bulan. kita sudah ditetapkan rizki, ajal, nikmat dan musibah yang akan menimpa dan amal-amal kita.
Kita tidak disuruh mencari rizki, tapi kita disuruh menjemput rizki.
Karena kalau dicari, belum tentu ada, antara ada dan tiada.
Tapi kalau menjumput sudah pasti ada. walaupun belum tentu bertemu dikarenakan kurang sungguh-sungguh atau kurang terampil.
Rizki secara umum dibagi 3 :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”
QS. Huud ayat 6.
2. Rizki yang digantungkan
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,”
QS. Ar-Raad : 11.
3. Rizki yang dijanjikan
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
QS. Ibrahim ayat 7
Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada.
JANGAN PERNAH TAKUT OLEH RIZKI YANG BELUM ADA, TAPI TAKUTLAH BELUM MENSYUKURI RIZKI YANG SUDAH ADA.
Syarat syukur :
1. Hati yakin tidak ada pemberi karunia selain Allah, bukan perusahaan yang menjamin kita, gaji, orang tua, gelar atau keterampilan, tetapi hanya dari Allah.
2. Afdholu doa “Alhamdulillah” orang yang ahli syukur selalu memuji Allah dalam setiap kejadian.
3. Orang yang ahli syukur selalu berterimakasih kepada orang yang menjadi jalan rizki.
4. Gunakan nikmat untuk mendekat ke Allah. Punya kening gunakan untuk banyak bersujud, punya mata gunakan untuk banyak membaca Alquran, punya mulut gunakan untuk banyak dzikir, punya uang gunakan untuk banyak menolong orang.
Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif

KLIK VIDEO BERIKUT INI !!!

Rabu, 08 April 2015

KETIDAKPASTIAN ITU RAHMAT


Kita hidup didunia sudah mendapatkan jatah rejeki masing-masing sekecil apapun dan sebesar apapun modal yang kita keluarkan, rejeki kita tidak akan bertambah dari jatah yang sudah ditentukan.
Pada saatnya rejeki akan datang, maka jangan memaksakan rejeki untuk datang seketika saat kita butuhkan.Tetapi kita juga tidak boleh hanya diam menunggu tanpa berusaha sedikitpun. Jadi kuncinya tawakal adalah sabar sambil terus berusaha, kemudian mencarinya sebaiknya kita lakukan dengan cara yang baik pula.


Kata risk (resiko) berasal dari kata rizki (rejeki), maksudnya semakin berresiko ya semakin berrejeki. Kalau tidak ada resikonya ya sedikit rejekinya. Gak percaya? ingin bukti? Contoh: pekerjaan seorang OB, resiko pekerjaannya sangat kecil maka gajinyapun kecil. Kalau Manager resiko pekerjaannya besar maka gajinya juga besar. Sebenarnya resiko adalah ketidakpastian dan ketidakpastian sendiri adalah rahmat. Kok bisa? Mari kita kupas bersama :
• Apabila sesuatu itu tidak pasti, apakah itu rejeki, jodoh dan maut, maka manusia akan optimal ikhtiar dan ibadahnya. Betul kan ?
• Bayangkan jika rejeki anda sudah ketahuan, sudah pasti jumlahnya, apakah anda masih mau kerja? Apakah anda masih mau sholat dhuha?
• Bayangkan jodoh anda sudah ketahuan, sudah pasti orangnya, apakah anda masih mau berusaha? Apakah anda masih mau sholat hajat ?
• Bayangkan maut anda sudah ketahuan, sudah pasti tanggalnya, apakah anda masih mau berobat? Apakah anda masih mau sholat tahajjud?
• Contoh kecil saja ketika anda naik pesawat dalam cuaca baik kalian pasti tidur-tiduran atau ngobrol santai tapi ketika cuaca tiba-tiba memburuk dan pesawat mulai berguncang, barulah anda komat kamit membaca doa, zikir dan shalawat.
Kenapa ada musibah dulu kita baru berdoa, zikir dan shalawat ?
Jadi ketidakpastian itu adalah rahmat, dengan begitu orang optimal untuk berusaha dan beribadah......
Semoga bermanfaat, salam dari Yan Piet Onno.

SILAHKAN SHARE JIKA BERMANFAAT


 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif

Kamis, 05 Maret 2015

Al Quran Menjawab (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)






Dalam perjalanannya, manusia kerap kali dirundung masalah. Dan seringkali, karenanya, manusia tersesat tanpa arah. Banyak faktornya. Namun ketetapan adalah ketetapan. Tidak ada satupun manusia didunia ini yang meminta kepada Tuhan untuk hidup susah, betul kan? Namun sayangnya, ketika kesusahan dan musibah melanda, ternyata manusia memborong sejuta keluhan, “kenapa begini ,kenapa jadi begitu ”,sejuta permintaan,” Perkenankanlah ini ya Tuhan! kabulkan itu ya Tuhan!”, dan hanya mengucap satu kata syukur. Apakah kalau begitu, kita harus begitu saja pasrah?
Eits!! Tidak semudah itu. Banyak ayat suci, dan saya yakin semua keyakinan pun mengajarkan, bahwa keputusasaan adalah sesuatu yang buruk, dan harus dihindari. Inti dari semua masalah adalah agar manusia semakin memahami fitrahnya. Memahami apa yang harus dicari selama hidup. Lantas bagaimana dengan mereka yang tertimpa kesusahan? Hidup dalam kemiskinan? Hidup dalam kepungan kesedihan?
Sebagai pegangan hidup seorang muslim, Al – Qur’an telah menjelaskan banyak hal. Tidak hanya ritual ibadah semata. Ekonomi, perdagangan, keluarga, peribadi ideal seorang muslim hingga pengelolaan negara pun ada didalamnya. Terdapat pula ayat – ayat Qura’an, yang menjawab keluhan – keluhan utama, ketika manusia mendapat ujian ataupun musibah.
Berikut sekelumit ayat – ayat yang langsung dapat menjawab berbagai pertanyaan manusia sebagai khalifah di muka bumi :

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ?? 
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

KENAPA FRUST???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ??? 
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”

APA YANG AKU DAPAT  ??? 
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ??? 
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”

AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
dan segudang pertanyaan lagi yang keseluruhannya pun dapat dijawab oleh Sang Pemilik Semesta Alam. Nah, cukup jelaslah bahwa Allah-lah yang memberi kita cobaan permasalahan, pastilah Allah akan menurunkan pertanyaan beserta jawabannya! Hanya Allah sandaran manusia

    


KLIK GAMBAR

Selasa, 03 Februari 2015

PROGRAM SOLUSI UMROH BAGI ANDA YG TERKENDALA BIAYA

Travel Umroh dan Haji Plus AFI TOUR , resmi , berizin & terdaftar di KEMENAG RI, silahkan cek http://bit.ly/Si40fD : menyelenggarakan Program SOLUSI UMROH bagi anda yg terkendala biaya utk Umroh, yakni dgn MENCICIL biaya Umroh. 
Diawali dgn Pendaftaran & DP 3  juta, selanjutnya mencicil sisa biaya paket Umroh yg anda pilih SAMPAI LUNAS BARU BERANGKAT. Cicilan tidak hangus & Anda yg menentukan sendiri jadwal keberangkatan Umroh.
Bulatkan tekad & kuatkan niat anda utk Umroh, Insha Allah rezeki akan selalu ada. Semoga bermanfaat.

Kenapa kita harus mendaftar terlebih dahulu krn Sbb: (sebuah Illustrasi)

" ketika kita datang ke sebuah klinik untuk berobat, tetapi kita tidak mengisi formulir pendaftaran, lalu kita bertemu dengan seorang teman sebut saja namanya Ali, lalu kita berpesan dengan Ali...

"mas Ali nanti kalau sudah sampai di ruangan dokter, tolong saya dipanggil ya..."

Apakah Anda akan dipanggil ? tentu saja tidak karena anda belum mendaftar dan belum mengisi formulir...

Begitulah yg terjadi di masyarakat, ketika ada orang yg mau berangkat Haji dan Umroh, lalu kita segera mampir kerumahnya dan nitip doa, tolong nama saya dipanggil ya, agar bisa Haji dan Umroh...

Padahal kita tidak pernah memulai dengan mendaftar atau mengisi formulir pendaftaran umroh di Afitour... ya manalah mungkin akan bisa berangkat Umroh, kalau daftar saja belom?? setuju?? "

Mengenai   Pelunasan jangan Takut untuk  tdk Lunas (berikut ini sebuah Ilustrasi ):

-Siapa  yang suruh anak anda sekolah?    jawab: IBUnya
- Kalau Ibu nya yang memerintahkan untuk sekolah maka buaya juga ditanggung ibunya.

- Siapa Yang memerintahkan untuk Haji dan Umroh?   Jawab Allah  surah Al Hajj 26- 27
- Kalau Allah Swt yang memerintahkan Untuk Umroh maka Dia yang akan MELUNASI / MEMBAYARKAN biayanya

Pendaftaran Umroh & more info hubungi : 0813 1107 0879


Senin, 02 Februari 2015

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN UMROH AFI TOUR


 # Tetapkan NIAT untuk berangkat Umrah atau Haji  
1. Mengisi formulir pendaftaran dan membayar ( cara pembayaran sbb: 1. Cash  2.  Paket Fadilah  Rp. 3,000.000      3. DP Rp. 300,000  
2. Mengurus Paspor / Menyerahkan paspor asli yang masih berlaku minimal 8 bulan dari tanggal keberangkatan
3. Nama di pasport harus terdiri dari 3 kata ; contoh : IWAN  WAHYU  NUGROHO
    dan untuk nama Abdul, Abu, Siti, Umi, Zainal, Nurul, Nur tidak dihitung dalam 1 kata
4. Menyerahkan pas photo berwarna 4 x 6 sebanyak 5 lembar, dengan background (latar belakang) warna putih,
    memakai jilbab dan bagian muka di zoom/perbesar 80 %. diusahakan jilbab berwarna terang dan tidak
    memakai seragam dinas.
5. Mengurus / Menyerahkan Buku Vaksin Maningitis dari dinas kesehatan RI ( buku kuning )
6. Membayar uang booking seat minimal USD. 1000 dan pelunasan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
7. Pendaftaran dilakukan paling lambat 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan.
8. Menyerahkan dokumen tambahan yang diperlukan apabila  :
Wanita diatas 45 tahun berangkat sendirian: KTP asli
Suami - Istri - Anak: Buku Nikah Asli dan Akta Lahir Anak Asli
Bapak - anak perempuan: Akta Lahir Anak Asli
Ibu - Anak sdh dewasa ( usia diatas 17 Th ): Akta Lahir Anak Asli
Kakek - Cucu: Akta Lahir Cucu Asli dan Akta Lahir orang tua cucu
Wanita usia dibawah 45 Th: Harus berangkat bersama Muhrimnya atau dibantu dengan Surat Mahram dan melampirkan Akta Lahir Asli
            
INFO LENGKAP HUBUNGI:

  HJ. SITTI HAFSAH HAFID  

HP  0813 8790 1300  PIN 21F3A464….