Kamis, 09 April 2015

MENJEMPUT RIZKI


Sahabat-sahabatku, mudah-mudahan kita tidak ragu sedikit pun terhadap rizki yang sudah Allah janjikan untuk kita.
Karena kita diciptakan sudah lengkap dengan rizkinya, dan tidak pernah meleset.
Apa yang ditetapkan Allah untuk kita, pasti akan berjumpa.
Dan apapun yang tidak ditetapkan Allah untuk kita, pasti tidak akan pernah bertemu.
menjemput rizki

Kita diciptakan oleh allah ketika dirahim umur 4 bulan. kita sudah ditetapkan rizki, ajal, nikmat dan musibah yang akan menimpa dan amal-amal kita.
Kita tidak disuruh mencari rizki, tapi kita disuruh menjemput rizki.
Karena kalau dicari, belum tentu ada, antara ada dan tiada.
Tapi kalau menjumput sudah pasti ada. walaupun belum tentu bertemu dikarenakan kurang sungguh-sungguh atau kurang terampil.
Rizki secara umum dibagi 3 :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”
QS. Huud ayat 6.
2. Rizki yang digantungkan
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,”
QS. Ar-Raad : 11.
3. Rizki yang dijanjikan
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
QS. Ibrahim ayat 7
Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada.
JANGAN PERNAH TAKUT OLEH RIZKI YANG BELUM ADA, TAPI TAKUTLAH BELUM MENSYUKURI RIZKI YANG SUDAH ADA.
Syarat syukur :
1. Hati yakin tidak ada pemberi karunia selain Allah, bukan perusahaan yang menjamin kita, gaji, orang tua, gelar atau keterampilan, tetapi hanya dari Allah.
2. Afdholu doa “Alhamdulillah” orang yang ahli syukur selalu memuji Allah dalam setiap kejadian.
3. Orang yang ahli syukur selalu berterimakasih kepada orang yang menjadi jalan rizki.
4. Gunakan nikmat untuk mendekat ke Allah. Punya kening gunakan untuk banyak bersujud, punya mata gunakan untuk banyak membaca Alquran, punya mulut gunakan untuk banyak dzikir, punya uang gunakan untuk banyak menolong orang.
Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif

KLIK VIDEO BERIKUT INI !!!

Rabu, 08 April 2015

KETIDAKPASTIAN ITU RAHMAT


Kita hidup didunia sudah mendapatkan jatah rejeki masing-masing sekecil apapun dan sebesar apapun modal yang kita keluarkan, rejeki kita tidak akan bertambah dari jatah yang sudah ditentukan.
Pada saatnya rejeki akan datang, maka jangan memaksakan rejeki untuk datang seketika saat kita butuhkan.Tetapi kita juga tidak boleh hanya diam menunggu tanpa berusaha sedikitpun. Jadi kuncinya tawakal adalah sabar sambil terus berusaha, kemudian mencarinya sebaiknya kita lakukan dengan cara yang baik pula.


Kata risk (resiko) berasal dari kata rizki (rejeki), maksudnya semakin berresiko ya semakin berrejeki. Kalau tidak ada resikonya ya sedikit rejekinya. Gak percaya? ingin bukti? Contoh: pekerjaan seorang OB, resiko pekerjaannya sangat kecil maka gajinyapun kecil. Kalau Manager resiko pekerjaannya besar maka gajinya juga besar. Sebenarnya resiko adalah ketidakpastian dan ketidakpastian sendiri adalah rahmat. Kok bisa? Mari kita kupas bersama :
• Apabila sesuatu itu tidak pasti, apakah itu rejeki, jodoh dan maut, maka manusia akan optimal ikhtiar dan ibadahnya. Betul kan ?
• Bayangkan jika rejeki anda sudah ketahuan, sudah pasti jumlahnya, apakah anda masih mau kerja? Apakah anda masih mau sholat dhuha?
• Bayangkan jodoh anda sudah ketahuan, sudah pasti orangnya, apakah anda masih mau berusaha? Apakah anda masih mau sholat hajat ?
• Bayangkan maut anda sudah ketahuan, sudah pasti tanggalnya, apakah anda masih mau berobat? Apakah anda masih mau sholat tahajjud?
• Contoh kecil saja ketika anda naik pesawat dalam cuaca baik kalian pasti tidur-tiduran atau ngobrol santai tapi ketika cuaca tiba-tiba memburuk dan pesawat mulai berguncang, barulah anda komat kamit membaca doa, zikir dan shalawat.
Kenapa ada musibah dulu kita baru berdoa, zikir dan shalawat ?
Jadi ketidakpastian itu adalah rahmat, dengan begitu orang optimal untuk berusaha dan beribadah......
Semoga bermanfaat, salam dari Yan Piet Onno.

SILAHKAN SHARE JIKA BERMANFAAT


 photo iklan-lady-fem_zpss1w7dspz.gif